10 Tips Menerapkan Konsep Berbagi Kamar Pada Anak

Update Terakhir 3 Apr 2017

Priceza blog competition 2016

Berbagi kamar merupakan hal yang bisa berdampak positif bagi perkembangan ego anak. Mereka bisa mulai mengenal konsep berbagi dengan orang lain di luar dirinya. Tentu ini bukanlah hal yang mudah, terlebih ketika baru memulainya. Akan ada penolakan dalam prosesnya, namun itu adalah sesuatu yang sangat wajar. Untuk membuat proses ini menjadi lebih mulus dan minim hambatan, ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk membuat anak Anda menerima konsep berbagi kamar dengan baik dan memaksimalkan manfaatnya.


tips mengasuh anak

Berbagi kamar tidur bisa menjadi salah satu cara mendidik si kecil untuk biasa berbagi. Tapi bukan berarti mereka harus kehilangan privasi. Keterbatasan ruang sering menjadi alasan utama berbagi kamar dengan saudara kandung. Namun, beberapa keluarga memilih menggabungkan anak-anak mereka dalam sebuah kamar tidur untuk memperkuat hubungan antar-saudara.

Walau terkadang memancing pertengkaran terkait privasi, berbagi kamar membuat anak-anak belajar tentang konsep berbagi, kebersamaan, kompromi, dan keterampilan negosiasi. Hal ini sangat penting diajarkan pada anak-anak sedini mungkin, agar mereka dapat mengembangkan sikap empati dan tidak egois.

Tidak hanya itu, berbagi kamar membuat anak belajar menjaga teritorinya. Baik teritori wilayahnya maupun barang-barang pribadi miliknya. Anda bisa mengajarkan prinsip-prinsip kebaikan serta pentingnya bersikap asertif sejak dini kepada anak-anak.

Yang perlu Anda ingat, selain tempat beristirahat, kamar tidur juga berfungsi sebagai tempat berlindung anak yang memerlukan privasi. Tak hanya itu, sering kali kamar tidur merupakan tempat seorang anak mengekspresikan diri dengan cara menghiasi ruangan kamarnya. Karena itu, diskusikan desain kamar tidur dengan masing-masing anak, agar sesuai dengan kebutuhan dan kepribadiannya. Berikut 10 tips berbagi kamar untuk diterapkan pada anak Anda:

 

1. Komunikasi dengan Penghuni Sebelumnya

Bila sang adik baru saja hijrah ke kamar sang kakak dari kamar mama-papa, kompromikan hal ini dengan pemilik kamar sebelumnya. Ajak bicara sang kakak secara kasual dan bersahabat. Jangan lupa, anak tetap memiliki hak dalam setiap keputusan yang melibatkan dirinya.
 
2. Diskusi dan Berikan Pengertian
Diskusikan rencana sekamar berdua antara anak. Beri pengertian pada anak, bahwa sekamar berdua memberikan manfaat positif, seperti tak perlu merasa takut tidur sendirian, ada teman untuk bermain dan berdiskusi (terutama bila jarak usia tidak terlalu jauh), atau ada yang siap menemani bila ingin ke kamar mandi malam-malam. Hindari ketidakpuasan yang mungkin terjadi pada seorang anak, sehingga dia tidak merasa tersisih dan terabaikan. Bagaimanapun juga, orang tua harus bersikap adil terhadap mereka.

Baca juga: 
Solusi Ketika Anak Menjelma Menjadi Tukang Kontrol
 
3. Ranjang Susun, Terdengar Menarik?
Pertimbangkan menggunakan ranjang susun, untuk memberikan area tidur yang lebih privat. Namun, pastikan anak kita nyaman dan tidak berebutan.
 
4. Lampu Tidur untuk Membaca
Buat lampu tidur di sandaran kepala atau dinding, agar anak bisa membaca di malam hari, tanpa mengganggu saudaranya yang lain.
 
5. Ciptakan Sekat
Untuk menciptakan ruang privasi bagi masing-masing anak, gunakan rak buku atau lemari penyimpanan sebagai penyekat. Jika ruangan tak terlalu besar, gantungkan tirai di langit-langit.
 
6. Penanda Teritori
Tulis nama atau inisial setiap anak di bagian kepala ranjang, untuk menandakan masing-masing area teritori anak. Ajak anak untuk terlibat dalam kegiatan ini. Pastinya menyenangkan melihat hasil karya mereka terpajang di ranjangnya.

Baca juga: 
3 Mainan Kreatif Untuk Membuat Anak Lupakan Gadget
 
7. Dekorasi Kamar
Bebaskan anak untuk memilih poster dan gambar yang diinginkan untuk mendekorasi dinding bagiannya masing-masing. Supaya kamar terasa ada sentuhan personal, ajak anak untuk belanja online aneka perlengkapan dekorasi kamar. Mereka akan merasa senang, karena diajak terlibat untuk menata interior kamarnya. Untuk mendapatkan harga terbaik, jangan lupa kunjungi Priceza Indonesia, karena Anda bisa cek harga terbaik sebelum berbelanja.
 
8. Pencahayaan dan Sirkulasi Udara
Atur penataan ruangan agar tetap mendapatkan cahaya matahari dan udara segar. Sirkulasi udara yang baik, amat dibutuhkan untuk kesehatan plus proses tumbuh kembang anak. Jangan sampai, kamar anak Anda tidak ada akses cahaya yang masuk, kamar menjadi lembab. Ini tentu memicu sumber penyakit.
 
9. Akses
Pastikan kemudahan akses menuju pintu bagi anak. Agar mereka bisa keluar masuk ruangan dengan mudah tanpa mengganggu satu sama lain.
 
10. Disiplin Menjaga Kebersihan
Tanamkan disiplin agar kedua anak ikut menjaga kebersihan kamar. Gelar acara “kerja bakti mini” untuk membersihkan kamar.
 
Mau artikel kamu di baca oleh banyak orang?
Gabung jadi kontributor Priceza, yuk! Caranya mudah dan bisa kamu lihat disini.
 
line priceza_id
 
Mau terus update dengan promo dan penawaran menarik? Add Line kita di @priceza_id
 
Nurul Rahma
Kontributor
Lifestyle Expert Health Expert
- Halo! Kalo Anda emak-emak penggemar online shopping, toss dulu dong! :) Saya ibu seorang anak yang gemar ngeblog di http://bukanbocahbiasa.com. Sebelum jadi blogger dan freelance writer, saya adalah jurnalis Jawa Pos, SCTV dan mantan Public Relations di sebuah korporasi multinasional

Bagikan komentarmu

Copyright © Priceza.co.id All Rights Reserved.
priceza-share-feacbook priceza-share-feacbook priceza-share-feacbook priceza-share-feacbook priceza-share-feacbook